Just share myself, my life, my mind to world!

Berbisnis atau bekerja? Menjadi sebuah pilihan untuk mahasiswa yang baru saja lulus dari universitasnya. Sebenarnya berbisnis atau bekerja tidak harus setelah kita lulus dari universitas. Bisa saja saat berkuliah kita sudah melakukannya atau mungkin pada saat setelah lulus dari SMA.

Berbisnis membutuhkan sumberdaya yang cerdas dan berintelektual juga keahlian dibidangnya. Tidak dibutuhkan nilai atau IP dalam hal ini, karena kita sebagai bos nya. Bukan tidak mungkin dalam berbisnis mendapatkan pendapatan yang sangat luar biasa tetapi dapat juga mengalami kerugian yang sangat besar. Sobat blogger harus kreatif dalam berbisnis, jika tidak kita akan kalah dengan pesaing lainnya.

Bekerja membutuhkan nilai atau IP, tergantung pada perusahaan yang meminta berapakah minimal IP kita. Tetapi ada juga perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dari mahasiswa atau dari pelajar yang mau bekerja part-time. Pada hal ini, kita tidak menjadi bos. Kita menjadi karyawan atau bagian lain yang merupakan bawahan. Bisa saja menjadi Manager atau yang lainnya tetapi kita membutuhkan keahlian dan kita harus dapat dipercaya oleh atasan kita. Bekerja pun memberikan pendapatan atau gaji yang stabil, tidak kurang tidak lebih setiap bulannya. Jika kita naik jabatan, gaji kita akan terus meningkat. Tidak ada istilah kerugian atau guluk tikar seperti berbisnis.

Jadi, sobat blogger ingin berbisnis atau bekerja?

INILAH.COM, Jakarta – Merkurius menjadi planet terdekat matahari. Planet ini menjadi planet yang sulit dipelajari selama beradab-abad. Namun kini rahasia terbesarnya berhasil dikuak.
Nyatanya, hanya dua pesawat luar angkasa yang pernah berhasil mengunjungi Merkurius. Yakni, Mariner 10 NASA pada pertengahan 1970an dan kini Messenger (MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry dan Ranging) yang telah mencoba tiga kali terbang ke planet itu sejak 2008 yang akhirnya berhasil masuk orbit Merkurius pada Maret ini.
Misi Messenger mampu menjawab banyak misteri yang menyelubungi Merkurius, termasuk teka-teka berikut.
Mengapa sangat padat?
Merkurius merupakan planet kedua terpadat di tata surya, hanya sedikit lebih kecil dibanding Bumi. Para ilmuwan menduga, Merkurius memiliki inti raksasa atau sekitar dua-pertiga massanya. Di Bumi, intinya hanya berporsi satu-pertiga.
“Tabrakan antara badan-badan berbatu di awal sejarah tata surya kemungkinan besar membuat lapisan luar Merkurius menjadi kurang padat, hanya menyisakan bagian-bagian berat,” jelas direktur departemen magnet terestrial Carnegie Institution of Washington Sean Solomon.
Menurut penyelidik misi Messenger ini, hasil analisa kimia dari Messenger pada permukaan Merkurius seharusnya bisa membawa teori impaktor ini dalam uji.
Perisai Magnetik
Selain Bumi, Merkurius merupakan satu-satunya planet berbatu dalam sistem surya yang memiliki medan magnet signifikan (meski hanya 1% kekuatan Bumi). Keberadaan medan magnet bukan sekadar pertanyaan sepele pada planet ini, tetapi juga melindungi organisme dari radiasi yang merusak dari matahari dan luar sistem tata surya.
Solomon menggambarkan medan magnet Bumi sebagai ‘payung menangkis radiasi yang masuk,’ dan tanpa medan semacam ini, akan sangat sulit bagi kehidupan untuk berkembang atau bertahan.
Para peneliti yakin, medan magnet Merkurius dihasilkan oleh proses ‘dinamo’ serupa Bumi yang didorong elektrik konduktif yang bergolak, cairan logam di inti terluar planet. “Messenger akan memetakan geometri medan itu secara rinci,” ujar Solomon pada Science yang bisa digunakan membantu para ilmuwan menjabarkan asal muasal Merkurius.
Merkurius ber-es?
Merkurius yang bermandi cahaya matahari menjadi tempat yang hampir tak mungkin untuk mencari es. Namun, beberapa kawah di kutub Merkurius nampaknya berada dalam bayangan permanen, dan merkuri di lantai kawah ini bisa mencapai minus 280 derajat Fahrenheit.
Solomon menyebutnya ‘perangkap dingin’. Tempat ini bisa menjadi ‘rumah’ lebih banyak deposito es dibanding bulan. Meski belum banyak air, es ini masih menunjukkan, “Air ada di mana-mana, setidaknya sebagai molekul,” kata Solomon.
Gumpalan persisten atmosfer
Meski Merkurius menjadi planet terkecil dan memiliki sedikit gravitasi, entah bagaimana Merkurius memiliki atmosfer, meski sangat lemah. “Entah bagaimana di Merkurius, atmosfer terus diregenerasi,” jelas Solomon.
Para ilmuwan menduga berhasil mengambil materi dari ‘angin matahari,’ aliran partikel yang memancar keluar dari matahari, yang mampu berkontribusi.
Pembawa hari kiamat?
Merkurius memiliki orbit paling eksentrik (dalam istilah astronomi berarti berbentuk oval) dibanding semua planet lain di tata surya. Simulasi komputer terbaru menunjukkan, selama beberapa miliar tahun, orbit ini bisa menjadi lebih eksentrik.
Merkurius memiliki 1% kesempatan bertabrakan dengan Venus atau matahari. Lebih menakutkan lagi, secara bersama-sama dengan gravitasi planet raksasa di luar, orbit Merkurius bisa mengacaukan orbit planet-planet dalam sehingga Merkurius, Venus atau Mars menabrak Bumi, sebuah bencana yang benar-benar berproporsi kiamat.

Dikutip dari : http://id.berita.yahoo.com/inilah-rahasia-terbesar-merkurius-025100004.html

Film bergenre horor dari James Wan, yang dibintangi oleh Rose Byrne, Patrick Wilson, dan Ty Simpkins. Film ini akan membuat sobat blogger terkaget-kaget jika menontonnya! Walaupun sudah ditonton, sobat blogger bakalan tetap terkaget-kaget jika menonton film ini lagi.


Runtime : 102 min.
Staring : Rose Byrne, Patrick Wilson, Ty Simpkins
Director : James Wan
Studio : Filmdistrict


Berikut ringakasan yang saya ambil dari downloadfilem :

Semula Josh Lambert (Patrick Wilson dan Renai (Rose Byrne) mengira rumah mereka telah dihantui. Ada banyak kejadian aneh di sana. Kejadian yang tak bisa dijelaskan dengan logika. Celakanya, ternyata bukan rumah mereka yang berhantu. Ada makhluk dari alam lain yang ternyata sedang berusaha masuk ke tubuh putra mereka berdua.
Dalton (Ty Simpkins), putra Josh dan Renai terjatuh dan mengalami koma. Renai yang pertama sadar kalau ada yang tak beres namun Josh sepertinya tak percaya. Setelah mengalami sendiri barulah Josh setuju untuk pindah. Ternyata pindah ini juga bukan solusi. Sepertinya hantu itu mengikuti ke mana mereka pergi.
Ternyata, bukan rumah tempat tinggal mereka yang berhantu. Makhluk dari kegelapan ini berusaha masuk ke tubuh Dalton yang kini sedang koma. Satu-satunya yang bisa mengembalikan roh Dalton ke dalam tubuhnya hanyalah Josh yang ternyata juga memiliki kemampuan melepaskan diri dari tubuhnya dan masuk ke alam lain. Masalahnya bisakah Josh kembali setelah ia menyelamatkan Dalton?

Keliatannya seru kan sobat blogger? Monggo segera ditonton filmnya di bioskop terdekat atau didownload di website-website yang menyediakannya :)

Sebentar, judul diatas bukan dalam arti sebenarnya ya. BAU disitu artinya Bogor Agricultural University, yap kampus gue! Tapi di Indonesia disebutnya IPB hehe. Gue mahasiswa semester 3, jurusan gue Manajemen Sumberdaya Perairan ya belajar mengenai perairan gitu deh.

Cuma IPB satu-satunya universitas negeri yang mau menerima gue jadi mahasiswanya, itu juga keterima di pilihan yang kedua. Kurang membanggakan ya? Haha. Setelah ngeliat pengumuman di internet yang menyatakan kalo gue lulus ujian mandirinya IPB, gue langsung lari-lari kegirangan dan gue jatoh dari tangga. Rasa senengnya itu gak bisa diungkapkan dengan kata-kata sobat blogger! Mungkin bisa dibilang lebih menyenangkan dibanding diterima cintanya sama cewe haha. Pendaftaran ulang pun dimulai, gue diharuskan gue diharuskan menyelesaikan administrasi yang ditetapkan oleh IPB. Alhamdulillah sobat blogger, gue udah sah jadi mahasiswa IPB!

Tahun pertama di IPB (semester 1 dan semester 2), mahasiswa diwajibkan tinggal di asrama. Ada 3 gedung untuk asrama putra, 1 gedungnya terdapat 10 lorong yang setiap lorongnya terdapat 10 kamar. Memang enggak mudah bagi gue untuk satu kamar dengan orang lain. Satu kamar di isi oleh 4 orang yang datang dari provinsi yang berbeda. Tujuan IPB mengadakan program ini untuk saling mengenal satu sama lain, satu negara indonesia! Banyak konflik yang timbul di kamar gue ini, mulai dari barang hilang, salah paham, berbeda pendapat, pinjam-meminjam barang, hingga tertukar celana dalam.

Selain di tahun pertama diwajibkan untuk tinggal di asrama, IPB juga memberlakukan program TPB. Apa itu TPB? TPB ada singkatan dari Tingkat Persiapan Bersama, dimana mahasiswa disini belum masuk jurusannya masing-masing. Ibaratnya mahasiswa itu kelas 4 SMA, dengan mata kuliah yang sejenis dengan pelajaran SMA. Walaupun sama dengan SMA, tetepi mata kuliahnya lebih mendalam dan lebih susah pastinya. Satu kelas terdapat mahasiswa dari jurusan yang berbeda-beda. Program ini membuat mahasiswa semakin mengenal satu sama lain bahkan dari jurusan lain juga.

Akhirnya setahun udah gue lewatin sekarang di IPB, yah dengan nilai yang pas-pasan gue masih bisa merayap naik ke semester 3. Kalo gitu, gue mohon doanya ya sobat blogger supaya gue sukses di masa depan nanti. Yang doain, gue doain juga kok! Haha